Menurunnya Industri Musik Hiburan Akibat Virus Corona

Kebiasaan baru yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 merubah seluruh tatanan yang ada. Memberikan dampak besar pada sebagian bidang kehidupan, salah satunya pada industri musik. Dari sini kita tahu bahwa salah satu mengatasi bahaya tertularnya virus corona adalah dengan menerapkan 5M. Salah satunya adalah tidak menimbulkan kerumunan. Kebijakan ini sangat berakibat pada kegiatan musik yang sifatnya mendatangkan penonton.  Seperti pementasan musik dan ada berbagai macam, ada jenisnya: rock, pop, reggae, jazz, dangdut dan islami. Hal ini mendatangkan potensi kerumunan yang besar dan tidak boleh terjadi di era pandemi. Maka, dengan demikian berakibat pada menurutnya para pegiat musik dan seniman di tanah air.

Menjadi hal klasik saat masalah ini muncul kepermukaan. Dibutuhkan kreatifitas dalam mengemas pertunjukkan di masa pendemi. Solusi terbaik adalah melakukan kegiatan konser musik secara virtual dengan protokol kesehatan yang ketat. Disinilah rasa aman akan terjalin sangat baik. Ketika hal ini bisa berjalan dengan sangat baik, maka rasa aman akan diperoleh. Di era pandemi mungkin pembatalan job bisa saja dilakukan. Hal ini akan berakibat fatal bagi para pegiat industri musik yang ada. Mereka akan kehilangan pekerjaan, omset dan pendapatan harian. Padahal mereka terkadang mengandalkan penonton yang datang untuk tetap eksis di dunia hiburan.

Kreatifitas Industri Musik yang Harus Dilakukan

Menurunnya Industri Musik Hiburan Akibat Virus Corona
  • Membuat Konten secara Virtual

Di era pandemi, inovasi dan kreativitas harus tetap hidup. Lesunya dunia musik diatasi dengan memunculkan karya dengan dunia digital. Ketika hendak melakukan konser, mereka harus melakukannya secara daring. Melakukan promosi karya dengan media digital. Meski demikan akan menjadi sulit dilakukan di era normal baru. Pergerkan industri musik dari sisi ekonomi akan mengalami perbedaan. Selanjutnya, mereka akan mencari alternatif lain dalam mencukupi kebutuhan hidup dan keluarga. Pada saat dilakukan secara daring, tentu produk musik yang ditawarkan harus menarik perhatian para konsumen. Maka adaptasi dengan pandemi menjadikan kebiasaan baru bukan menjadi persoalan.

  • Ada tips yang lain untuk menjaga eksistensi di era seperti ini bagi pegiat musik. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan tetapbmengadakan pertunjukkan. Tetapi jumlah penonton harus terbatas. Agar menghindari kerumunan yang dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya penularan kasus. Ketika ini terjadi maka akan merepotkan banyak pihak. Hal yang paling memungkinkan adalah dengan menyelenggarakan acara secara virtual. Tetap aktif dengan membuat konten, konser secara online. Jika di upload di youtube maka akan menambah subscriber dan viewer. Maka dengan demikian akan menambah pundi penghasilan dengan tetap menjalankan usaha dibidang musik dan menjadi kontek kreator. Sangat menarik bagi Anda yang ingin melakukan beberapa upaya ini di era pandemi.
  • Kreatif dan inovatif menjadi hal yang perlu untuk dilakukan dengan baik. Sebagaimana hal ini menjadi sangat perlu dilakukan di era pandemi. Semua aktifitas sosial dibatasi dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Sangat banyak cara yang bisa dilakukan karena jika tidak melakukan demikian maka, ekonomi seseorang akan terpuruk.

Membuka Peluang Usaha yang Lain

Tidaklah cukup dengan bertahan dengan satu strategi. Banyak cara yang bisa dilakukan di era pendemi ini agar bisa bertahan. Tentunya dengan cara membuka peluang usaha yang lainnya. Misalkan dengan berbisnis kreatif alat kesehatan seperti berjualan masker, faceshield atau hansanitizer yang kini menjadi tren. Jadi tidak hanya fokus pada industri musik saja, tetapi mencoba membuka peluang usaha yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *